Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mudahnya Penggunaan Aplikasi Keuangan, Kasir, Dan Pembukuan

Aplikasi Keuangan, Kasir, Dan Pembukuan

Aplikasi Keuangan, Kasir, Dan Pembukuan

Menurut Ahmad Rifa’i Rif’an, salah satu pengusaha muda Indonesia, negara ini masih membutuhkan banyak pengusaha. Banyaknya teknologi pendukung saat ini memungkinkan manusia berbagai usia dapat memulai usaha.

Artikel ini akan lebih banyak membahas tentang mudahnya penggunaan aplikasi keuangan, kasir, dan pembukuan yang dapat digunakan oleh pengusaha, terutama yang masih pemula. Yuk, simak.

Negara Dengan Banyak Pengusaha Memiliki Perekonomian yang Maju


Menurut data BPS, hingga tahun 2016, jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 3,1 persen. Meskipun angka ini meningkat bila dibandingkan data tahun 2014 yang masih 1,56 persen, namun jumlah ini masih jauh dari persentase jumlah pengusaha di negara – negara maju.

Dengan alasan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan yang mendukung tumbuhnya jumlah pengusaha. Dilansir oleh salah satu media daring, rata-rata negara maju memiliki jumlah pengusaha sebanyak 14 persen dari total penduduknya.


Bagian kecil penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha telah menunjukkan peran dan eksistensinya.

Sebagian dari mereka bersedia berbagi ilmu dan pengalamannya dalam menjalankan usaha dalam berbagai forum dan media. Situasi merupakan kesempatan baik bagi penduduk Indonesia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan atau keluarga pengusaha untuk mencari referensi.


Perkembangan jumlah pengusaha maju pesat dengan munculnya berbagai usaha kecil di seluruh Indonesia. Usaha makanan masih menjadi salah satu yang banyak diminati, sebab bagaimanapun makanan masih menjadi kebutuhan pokok.

Berbagai variasi olahan bahan makanan dan minuman disajikan dengan cara yang menarik, sehingga dengan cepat diterima masyarakat.


Namun peluang usaha di bidang yang lain tidak kalah dari makanan. Sebagai contoh, kebutuhan manusia untuk saling berkomunikasi dengan telepon seluler canggih memunculkan banyak pengusaha toko GAWAI dan aksesorisnya, penjual pulsa, servis, hingga penyedia jasa jaringan.

Bidang sandang juga tetap diminati, meski gaya berpakaian bersifat tahunan. Meski demikian, tetap ada bidang sandang yang tidak pernah mati, yaitu kaos sablon. Jasa transportasi juga berkembang pesat.

Munculnya jasa transportasi daring tidak hanya membuka peluang kerja bagi pengemudi, namun juga membantu banyak pengusaha makanan dan jasa lain berkembang bersama.


Banyak jenis usaha dapat dimulai dengan modal yang sangat sedikit. Sebagai contoh, bisnis pakaian saat ini tidak harus dijalankan dengan membeli pakaian jadi dalam jumlah besar, kemudian membeli etalase dan gantungan, serta menyewa toko. Usaha pakaian dapat dimulai dengan modal paket data saja.

Penjual dapat menjalin kerja sama dengan produsen pakaian, kemudian memajang gambar melalui media sosial. Ketika ada pemesan, baru barang diambil dan dikirimkan.

Kemudahan berjualan ini ditunjang pula oleh kemampuan berkomunikasi dan berteman. Usaha ini semakin menyenangkan dengan mudahnya penggunaan aplikasi keuangan, kasir, dan pembukuan.

Kapan Pengusaha Pemula Membutuhkan Aplikasi Keuangan, Kasir, Dan Pembukuan?


Usaha kecil tetap memiliki proyeksi ingin menjadi besar, sehingga terus dijalankan. Agar tujuan tersebut tercapai, pengusaha kecil harus melakukan langkah-langkah yang benar dalam menjalankan bisnisnya.

Salah satunya dengan membuat catatan keuangan yang baik. Tidak ada salahnya jika pengusaha pemula mengetahui mudahnya penggunaan aplikasi keuangan, kasir, dan pembukuan.


Pembukuan secara manual memang murah. Sayangnya, tidak semua orang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menyusun catatan keuangan yang diperlukan.

Sementara, pengusaha pemula tidak disarankan untuk langsung merekrut ahli keuangan untuk mengurus pencatatan keuangan perusahaan. Selain perusahaan baru masih belum banyak order, biaya untuk menggaji tenaga ahli besar. Modal yang masuk lebih baik dimaksimalkan untuk pengembangan usaha.


Untuk membantu kebutuhan ini, saat ini telah banyak tersedia aplikasi keuangan, kasir, dan pembukuan. Aplikasi ini ada yang harus dijalankan daring, ada pula yang dapat berjalan tanpa jaringan. Banyak aplikasi yang telah dirancang sangat sederhana, sehingga pengusaha pemula yang telah berumur dan tidak paham teknologi tetap dapat menggunakannya.

Produsen aplikasi menyertakan paket pelatihan sederhana saat seseorang membeli produk aplikasi buatannya. Pelatihan ini dilakukan oleh tenaga ahli yang akan mengajari calon pemakai cara menggunakan aplikasi tersebut untuk mengelola usaha.


Mudahnya penggunaan aplikasi keuangan, kasir, dan pembukuan harus menjadi pemberi semangat bagi pengusaha pemula untuk menjalankan bisnis dengan benar. Pengusaha pemula yang masih belum berpengalaman bisa saja berhasil mendapatkan modal untuk memulai.

Tetapi karena belum berpengalaman, modal mungkin akan dialokasikan untuk hal - hal yang tidak terlalu penting, seperti pembelian alat produksi, sewa gedung, hingga tenaga ahli.

Kesalahan umum lainnya adalah tidak memisahkan dana bisnis dengan dana pribadi. Meskipun modal yang digunakan adalah milik pribadi, dana tersebut haruslah sepenuhnya dikelola untuk kepentingan pengembangan bisnis.

Meskipun ada kebutuhan pribadi yang mendesak, sebaiknya tidak mengambil dana bisnis untuk memenuhinya. Jikapun terpaksa, catat pengambilan dana itu sebagai pinjaman yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.

Terlalu sering mencampur aduk keuangan, ditambah pencatatan yang tidak disiplin dapat menyebabkan perkembangan usaha tidak bisa diukur dengan pasti. Selain itu, bisa saja memunculkan masalah seperti biaya produksi yang terlalu tinggi tanpa disadari, hingga kondisi minus keuangan, dan pada akhirnya bangkrut.


Kebiasaan mengambil dana usaha untuk keperluan pribadi dapat diatasi dengan mengatur agar bisa menggaji diri sendiri. Jadi saat ada kebutuhan pribadi, gunakan hanya dana sejumlah gaji yang telah direncanakan. Pengaturan gaji tentu harus masuk akal dan sesuai kondisi usaha.

Menggaji Diri Sendiri Bukan Hal Tabu


Menggaji diri sendiri saat memulai sebuah usaha bukanlah hal yang salah. Dengan gaji yang sudah pasti dan mengetahui bagaimana situasi keuangan usaha, pengusaha berusaha agar target usaha terpenuhi. Bila target tercapai, dana juga ikut masuk sehingga cukup pemasukan untuk membayar semua kebutuhan termasuk gaji.

Tidak ada aturan baku berapa besarnya gaji yang bisa diambil, namun harus sesuai dengan kondisi bisnis yang dijalankan. Pengusaha pemula harus berusaha mencukupkan gaji untuk kebutuhannya. Seiring perkembangan usaha dan pemasukan, nilai besar gaji akan terus meningkat dengan sendirinya.


Belanja gaji saat awal mulai usaha sebaiknya diatur tidak terlalu besar, karena diambil dari modal. Bagian terbesar dari modal haruslah dialokasikan untuk pengembangan usaha, misalnya meningkatkan kualitas produk, memperbaiki sistem produksi, hingga memperbesar jaringan pemasaran.

Selain itu, alokasi khusus untuk membeli produk aplikasi keuangan juga bisa dilakukan selagi tidak memberatkan divisi lain. Produk aplikasi keuangan yang ada saat ini dapat memudahkan pemilik usaha mengelola bisnis, tanpa harus menggaji pegawai ahli keuangan. Selain itu, aplikasi berumur panjang dan masih dapat digunakan selama bertahun-tahun.

Pembelian aplikasi pengelola keuangan dapat dikategorikan sebagai investasi bagi masa depan perusahaan. Penggunaan yang mudah dapat pula menjadi pertimbangan saat membeli aplikasi.


Perkembangan teknologi dan mudahnya penggunaan aplikasi keuangan, kasir, dan pembukuan sudah seharusnya disambut gembira oleh penduduk Indonesia. Kemudahan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk membantu mengelola usaha.

Jika Anda Sedang Mencari Aplikasi Keuangan, Kasir, Dan Pembukuan Silah di coba dulu secara Gratis di DETAPOS

Posting Komentar untuk "Mudahnya Penggunaan Aplikasi Keuangan, Kasir, Dan Pembukuan"

https://edigital.id/wbs
https://edigital.id/virol/
https://edigital.id/wacs/
https://edigital.id/wbs