Agar Bisnis Sewa Properti Bisa Menghasilkan Banyak Keuntungan

Agar Bisnis Sewa Properti Bisa Menghasilkan Banyak Keuntungan
Menghasilkan Banyak Keuntungan dari Bisnis Sewa Properti

Setiap investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada investasi bisnis yang dari awal langsung berhasil, pasti ada kendala di sana-sini yang bisa terjadi. Akan tetapi dengan sejumlah langkah yang tepat, maka investasi bisnis dapat menunjukkan perkembangan yang signifikan. 

Seperti misalnya bisnis sewa properti yang seolah tak pernah sepi peminat. Keuntungan berlipat bisa diraih jika Anda sabar menekuninya. 

Walaupun biaya yang dikeluarkan jumlahnya banyak namun akan sepadan dengan pemasukan yang diperoleh. Lalu apa saja tahapan yang seharusnya dilakukan?

10 Tahapan Bisnis Sewa Properti


Sejatinya bisnis properti dapat dimulai sedini mungkin. Misalnya jika di rumah Anda mempunyai properti lebih dari satu, maka hal itu bisa dijadikan peluang untuk mendapatkan pemasukan. Anda dapat mencoba menyewakannya daripada langsung menjualnya. 

Menyewakan properti tidak terlalu rumit seperti menualnya. Akan tetapi apabila Anda tidak teliti maka resiko kegagalan mau tak mau harus dihadapi. Itu sebabnya perhatikan tahapan di bawah ini supaya mengurangi kemungkinan kegagalan.

Merawat Properti yang Akan Disewakan


Perawatan properti adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang yang akan berbisnis di bidang tersebut. Apabila properti yang akan disewakan tidak dirawat, bagaimana ada orang yang mau menyewanya? Itu sebabnya perhatikanlah kondisi dari properti tersebut. Jika ternyata ada kerusakan dan sejenisnya maka perbaiki terlebih dahulu.

Sebenarnya memperbaiki setelah ada penyewa yang akan datang juga bisa dilakukan. Anggaran sewa bisa dibuat dan dibebankan pada penyewanya. 

Namun cara tersebut kurang tepat dan terasa tidak efektif. Selain kepercayaan penyewa bisa saja berkurang, akan lebih bijak jika merawat perabotan dengan berkala saja. 

Dengan perawatan berkala maka biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit daripada jarang dirawat dan tiba-tiba memakan biaya banyak setelah dicek.

Menetapkan Jangka Waktu Penyewaan


Langkah selanjutnya adalah menentukan jangka waktu properti tersebut akan disewakan. Jangka waktu bisa berbeda-beda tergantung pada kesepakatannya. Akan tetapi umumnya sewa properti akan dilakukan dalam hitungan per tahun. 

Terlebih jika yang disewakan adalah properti rumah tinggal. Sistem penyewaan dalam hitungan tahun memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah Anda bisa mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak di sekali pembayaran.

Akan tetapi kekurangannya adalah Anda tidak bisa menaikkan harga sewanya sampai di batas waktu yang ditentukan (dalam kasus ini yaitu tahun berikutnya). Terkadang kegagalan perencanaan finansial bisa pula dialami oleh penyewa. 

Selain disewakan dalam hitungan tahun, hitungan bulan juga diterapkan oleh sejumlah orang. Bagi Anda yang ingin menaikkan harga sewanya sewaktu-waktu, maka pertimbangkanlah menggunakan metode ini. 

Anda bisa dengan mudah juga mengatur dana perbulannya baik untuk asuransi, perawatan, dan sejenisnya.

Merencanakan Kontrak Perjanjian


Kontrak perjanjian sewa properti yang dibuat sejelas mungkin bisa membantu kedua belah pihak. Baik Anda dan penyewa bisa menuliskan detail kontraknya sesuai dengan kesepakatan bersama. Kontrak tersebut menjadi pedoman bagi Anda dan penyewa. 

Dengan begitu jika di kemudian hari timbul salah paham, maka kontrak ini bisa menjadi cara untuk menyelesaikannya.

Siapkan Asuransi
Asuransi terkadang menjadi hal yang disepelekan oleh sejumlah penyedia sewa properti. Padahal asuransi sendiri memiliki banyak kelebihan yang sangat berguna bagi penyewa. 

Dengan menyiapkan asuransi maka jika ada hal-hal buruk yang tidak diinginkan terjadi seperti misalnya bencana alam atau kebakaran maka Anda bisa mengantisipasinya. 

Anda dapat mengasuransikan properti yang disewakan tersebut. Properti dan aset lain akan terjaga dengan jaminan asuransi sewa properti.

Bertanggung Jawab Penuh


Anda sebagai penyedia harus memahami tanggung jawab, kewajiban dan hal-hal lain yang harus diselesaikan berdasarkan kontrak yang telah dibuat. Hal yang sama juga terjadi pada pihak penyewa. Perlu diperhatikan jika menyewakan bukanlah menjual. 

Apabila menjual maka Anda akan menyerahkan semuanya pada pembelinya. Anda tidak punya tanggung jawab apa-apa terhadap properti tersebut. 

Lain halnya dengan sewa properti dimana Anda tetap menjadi orang yang secara resmi memiliki properti itu. Segala macam kewajiban perlu diselesaikan seperti misalnya merawat bangunan, membayar pajak, dan masih banyak lagi.

Memahami Nilai Sewa yang Ditetapkan


Berapa nominal yang akan Anda tetapkan dalam menyewakan properti? Pertanyaan itu harus bisa Anda jawab sebelum menyerahkannya kepada pihak penyewa. Memahami nilai sewa bisa mencegah Anda dari memperoleh nilai di bawah rata-rata pasar. 

Biasanya tiap wilayah akan membedakan nilai sewa properti. Selain itu jenis properti juga berpengaruh terhadap harganya. 

Itu sebabnya Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu perkiraan berapa besar biaya yang akan diberatkan pada penyewa. Cari referensi sebanyak mungkin dari orang-orang sekitar serta internet.

Memakai Uang Deposit


Uang deposit dari penyewa dapat Anda gunakan dalam perjanjian sewa properti ini. Uang tersebut bisa dibilang menjadi tanda ganti rugi apabila terdapat kerusakan yang dibuat oleh penyewa. 

Dengan memakai uang deposit tersebut maka penyewa akan lebih hati-hati untuk tidak secara sembrono menggunakan properti milik Anda. Namun untuk menggunakannya tentunya Anda harus sudah menuliskannya di kontrak perjanjian yang dibuat di awal. 

Dengan memakai uang deposit Anda tidak perlu bingung lagi untuk meminta tagihan pada pihak penyewa atas kerusakan yang mereka buat. Di sisi lain pihak penyewa juga tidak akan rugi jika mereka tidak merusak apapun. 

Hal itu dikarenakan uang deposit akan kembali sepenuhnya pada mereka. Tidak akan ada potongan yang diambil dari sana.

Selektif Memilih Calon Penyewa Tidak Masalah


Menyeleksi calon penyewa bisa Anda lakukan untuk menghindari diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Anda tidak harus memilih seseorang yang dilihat dari latar belakang finansialnya, namun pilihlah mereka yang bisa menunjukkan identitas dengan jelas. Tujuan mereka menyewa juga patut diperhitungkan. 

Data-data dari mereka tidak ada salahnya Anda minta. Hal itu menjadi upaya pencegahan bilamana penyewa melakukan hal yang melanggar ketentuan ataupun hukum. Dengan begitu maka penyalahgunaan bisa diminimalisir.

Jangan Lupa Untuk Mengganti Kunci


Mengganti kunci dapat pula Anda lakukan saat melakukan sewa properti. Guna alasan keamanan, maka penggantian ini harus dilakukan. Anda dapat mengganti kunci pintu depan, samping, belakang, pagar, dan kunci lain yang sekiranya penting. Dengan begitu maka resiko kejahatan bisa dikurangi.

Biaya Properti Dihitung Dengan Cermat


Perencanaan finansial dalam sewa properti adalah hal yang penting. Anda perlu menghitung dengan cermat biaya propertinya. Hitunglah beban yang bisa terjadi tiap tahunnya. 

Selain itu dana perawatan berkala juga harus dihitung. Dengan begitu maka kesalahpahaman bisa dikurangi dengan signifikan.

Itulah tadi 10 tahapan yang bisa Anda lakukan dalam bisnis sewa properti. Jadi walaupun keuntungannya sangat menggiurkan namun Anda harus teliti dalam melakukan bisnis ini. Setiap bisnis pasti ada kemungkinan gagal. Akan tetapi dengan perhitungan yang tepat maka kegagalan bisa berkurang. 

Dan yang paling penting adalah kedua belah pihak akan mendapatkan kejelasan yang bisa membuat keduanya sama-sama nyaman saat berbisnis.

Baca juga informasi tentang: Sewa Rumah Sewa Ruko dan Sewa Apartemen

Belum ada Komentar untuk "Agar Bisnis Sewa Properti Bisa Menghasilkan Banyak Keuntungan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel